9 Hal Yang Diperlukan Dalam Memulai Bisnis

9 Hal Yang Diperlukan Dalam Memulai Bisnis

Banyak pakar bisnis yang membahas tentang apakah seorang pengusaha memerlukan pendidikan akademis atau tidak untuk memulai bisnis. Di Eropa, statistik terbaru menunjukkan bahwa sekitar 84% pendiri startup memang memiliki gelar. Namun Berbeda dengan Tips Sukses Bisnis Ala Alm. Bob Sadino yang dikemukakannya sebelum meninggal.

Perdebatan terus berlanjut tentang pentingnya pendidikan akademis bagi yang ingin menjadi pengusaha masa depan. Tentu yang tidak bisa diabaikan adalah dampak pandemi COVID-19 terhadap pola pikir terkait pendidikan tradisional dan kewirausahaan.Bahkan ada video youtube dari Deddy corbuzier yang kontroversi yang menjelaskan seseorang tidak butuh pendidikan.

Krisis tidak hanya membuat ribuan individu dari semua latar belakang mengembangkan bisnis untuk memberikan solusi COVID-19, tetapi juga melihat sistem pendidikan global berada di bawah pengawasan ketat. Banyak yang mulai mempertanyakan apakah sistem tradisional benar-benar mampu melatih para pemimpin, pencipta dan inovator masa depan, termasuk pengusaha.

Siapapun bisa memulai bisnis dan mungkin tau apa hal yang diperlukan dalam memulai bisnis. Namun memulai usaha yang berhasil dan terus berkembang tidaklah mudah. Menurut catatan statistik Canada, setidaknya separo dari perusahaan baru di Canada tutup sebelum tahun ketiga, dan satu dari empat perusahaan baru tidak bisa bertahan  lebih dari satu tahun.

Jika Anda akan memulai usaha yang memiliki kekuatan bertahan, ada lima sumber yang harus Anda miliki .Untuk memulai usaha baru hingga mencapai kesuksesan, Anda harus :

Di bawah ini ada lima hal penting yang diyakini oleh EU-Startups dalam mempersiapkan hidup sebagai pengusaha.

1. Mempunyai Komitmen Penuh

Pengusaha sukses adalah orang-orang yang mempunyai komitmen penuh pada usahanya. Anda harus siap meletakkan hati dan jiwa Anda pada apa yang Anda kerjakaan. Anda harus benar-benar percaya dengan produk atau jasa Anda, dan bersiap bekerja dengan waktu yang lama untuk meyakinkan orang lain agar percaya dengan produk Anda. Anda juga harus siap melepaskan jadwal liburan, dan bahkan kebutuhan seperti gaji. Dan Anda melakukan semua ini tanpa adanya rasa aman seperti yang dirasakan pegawai yang menerima gaji,  tunjangan dan pensiun.

2. Menjadi Tipe “D”

Orang mempunyai komitmen pada dirinya sendiri untuk semua hal. Hanya dengan mempunyai komitmen tidak berarti otomatis mencapai kesuksesan bisnis.  Jika Anda ingin mencapai tujuan kemana Anda pergi dan memiliki usaha yang bisa bertahan, Anda harus menjadi orang dengan “Tipe D” ; Disini bukan berarti tekad “D” dalam serial onepiece yang mana belum kita ketahui dan masih misteri arti sebuah inisial “D” dalam onepiece.

Namun yang dimaksud menjadi tipe “D” disini seseorang yang memiliki desire (hasrat) disertai drive (dorongan), dengan discipline (disiplin) yang kuat serta determination (keteguhan hati).

Tidak cukup hanya mempunyai ide bisnis, tapi Anda juga harus sanggup melaksanakannya.  Pengusaha sukses adalah orang-orang yang ulet; rintangan adalah hambatan sesaat yang harus diselesaikan. Mereka tidak menerima jawaban “Tidak”, tapi hanya sebatas untuk me-frame ulang pertanyaan dari berbagai sudut dan menanyakan kembali.

Tapi hasrat dan dorongan tentu saja belum cukup untuk memulai usaha; Anda tidak ingin bisnis Anda hanya melesat sesaat. Disiplin dan keteguhan hati yang memberikan keberhasilan pengusaha untuk merealisasikan ide bisnisnya, melalui badai dan menenangkan iklim ekonomi.

Pengetahuan adalah sumber lain yang Anda butuhkan  sebelum memulai usaha.

3. Mendapatkan Pengetahuan Bisnis yang Anda Butuhkan

Begitu banyak orang yang mencoba memulai usaha tanpa merasa perlu mendapatkan pengetahuan bisnis yang dikerjakan agar usaha mereka berhasil – tapi justru bisnis mereka gagal.Itu karena ego sesaat dan hanya mengikuti trend dalam berbisnis dan hasrat ingin sukses secara cepat tanpa memiliki pengetahuan bisnis Anda bisa dipastikan akan gagal.

Untuk memulai usaha, Anda harus memiliki pengetahuan terhadap aspek bisnis yang berbeda-beda dan memiliki ketrampilan yang berbeda, atau setidaknya telah melakukan riset untuk mendapatkan dan menyewa orang yang mempunyai ketrampilan yang tidak Anda punyai.

Jika Anda tidak terlalu memahami akuntansi , misalnya , maka Anda perlu mempekerjakan tenaga pembukuan dan/atau akuntan.  Jika bisnis Anda berbasis Internet, akan lebih bijak jika Anda menggunakan jasa web site desaigner dan menangani segala sesuatunya, kecuali Anda mempunyai keahlian dalam mengembangkan site.

Saat Anda menciptakan business plan, salah satu langkah yang dibutuhkan adalah penilaian yang jujur atas keterampilan dan keahlian Anda. Aspek bisnis mana yang Anda kuasai dan bisa ditangani, dan aspek mana yang masih perlu Anda pelajari lebih jauh atau memerlukan bantuan ?

Mengelola orang adalah salah satu ketrampilan yang Anda butuhkan untuk memulai usaha agar berhasil. Anda juga harus memiliki pengetahuan sales dan marketing.  Misalnya, Anda telah mengembangkan perangkap tikus yang lebih baik. Siapa kompetitor Anda? Bagaimana produk mereka dan menentukan harganya? Apa yang membuat produk Anda lebih unggul? Apakah produk tersebut dibutuhkan diluar sana? Dimana? Apakah Anda memiliki ketrampilan yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan menghubungi pelanggan ? Apakah bisa menjual produk dengan baik? Bisakah Anda mengembangkan marketing plan dan materi promosi yang kuat?

Dan bagaimana dengan operasional bisnis? Apakah Anda memiliki pengetahuan bisnis untuk mengelola inventori dan memenuhi pesanan ?Dimana Anda akan menyimpan produk dan bagaimana menyampaikannya pada konsumen Anda?Sudahkan Anda menemukan supplier yang dibutuhkan dan mengembangkan hubungan dengan mereka ? Sudahkah Anda menentukan kebijakan dukungan konsumen ?

Pengetahuan bisnis sebelum memulai usaha adalah hal yang sangat penting. Seluruh dukungan dan keteguhan tidak banyak membantu jika Anda tidak memiliki pengetahuan untuk menjalankan bisnis agar berhasil dan tidak melakukan riset serta merencanakannya dengan baik. Seorang teman saya sudah lama memimpikan membuka toko buku. Dan dia mewujudkannya. Sayangnya, dia tidak melakukan studi persaingan atau demografis pasar di areanya. Kurang dari setahun, toko bukunya tutup. Dia memiliki hasrat dan dorongan, tapi tidak memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk diterapkan.

4. Mendapatkan Modal Usaha

Modal merupakan satu hal penting yang tidak bisa ita lepaskan dari sebuah bisnis. Kecuali jika Anda memiliki dana yang memadai, seperti warisan, merencanakan kemana mendapatkan modal untuk memulai usaha dan mendapatkannya adalah komponen terpenting dalam merencanakan usaha.

Menemukan modal untuk usaha yang sesuai sangatlah penting karena tidak adanya jaminan bahwa usaha Anda akan berjalan dengan mulus, dan tentu saja tidak ada jaminan bahwa usaha baru Anda akan menghasilkan pemasukan yang cukup untuk Anda dan kehidupan keluarga. Anda tidak bisa memulai tanpa adanya modal awal, jumlah modal yang diperlukan untuk membuka pintu usaha, dan membuatnya tetap terbuka sampai mendapatkan pemasukan yang cukup bisa diandalkan.

Anda juga akan membutuhkan modal operasional untuk memulai usaha, sejumlah dana yang membuat bisnis Anda berjalan. Modal operasional termasuk biaya-biaya seperti gaji, upah, sewa, suplai, perawatan, periklanan, depresiasi, dan pembayaran bunga hingga biaya tak terduga lainnya. Penasehat usaha kecil menyarankan bahwa biaya awal setidaknya mencakup modal operasional setidaknya selama enam bulan.

Jika Anda tidak mempunyai dana yang mencukupi, darimana Anda bisa mendapatkan modal usaha? Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1998 terhadap usaha kecil dan menengah oleh Thompson Lightstone, 40% persen dari pengusaha kecil dan menengah melaporkan bahwa mereka meminjam dari institusi finansial, seperti bank, 12%  mendanai usaha mereka dengan pinjaman pribadi dari teman dan keluarga dan 3% mengajukan pinjaman dari orang lain selain keluarga,  45% menggunakan kartu kredit untuk mendanai usaha mereka.

Aset pribadi, seperti tabungan, dana pensiun, properti, kartu kredit, adalah sumber modal awal usaha yang paling sering digunakan oleh usaha kecil. Hal ini dikarenakan orang yang baru memulai usaha tidak memiliki alternatif; jika Anda tidak memiliki rekaman pinjaman yang bisa diandalkan, maka mendapatkan pinjaman untuk usaha kecil menjadi sulit.

5. Sedikit ‘grit’ sudah cukup

Mungkin Anda pernah mendengar istilah ‘grit’. ‘Grit’ lumayan populer beberapa tahun yang lalu, setelah Angela Duckham mengangkat judul Ted talk “Grit: The Power of Passion and Perserverance”. Video Ted talk-nya telah ditonton sebanyak 22 juta kali di YouTube.

Dalam pembicaraan tersebut, Duckham menjelaskan bahwa ‘ketabahan’ tidak dikembangkan secara eksklusif dalam lingkungan akademis tetapi merupakan faktor penentu utama untuk sukses, termasuk dalam konteks kewirausahaan. 

Layaknya kini Anda dituntut untuk mengembangkan bisnis Anda bukan hanya melalui offline namun juga diusahakan mengikuti zaman digital yang mana dapat ditemukan di dunia online sehingga bisa lebih maju. Anda juga bisa berjualan di instagram, facebook atau media sosial lainnya. Anda bisa baca artikel kami di tips jualan di instagram.

6. Pola pikir “masa depan yang gagal”

Pendidikan akademis tidak menghargai kegagalan. Namun, ironisnya, mempelajari bagaimana merangkul kegagalan adalah kunci untuk mempersiapkan pengusaha masa depan untuk berhasil dan mencapai puncak kesuksesan.

Dalam perjalanan kewirausahaan, menguji dan menyesuaikan adalah apa yang akan mendorong bisnis tahap awal ke depan. Sangat tidak mungkin jika semuanya berjalan dengan lancar pada putaran pertama.

Faktanya, menurut laporan Stryber ‘Startup failure in Europe an Indepth Analysis’, 90% dari startup baru gagal dalam setahun. Untuk mempersiapkan kewirausahaan, calon pendiri perlu belajar dari kesalahan masa lalu dan ‘gagal maju’ untuk sukses.

7. Empati untuk komunikasi yang berarti

Empati merupakan keterampilan yang sangat diremehkan di masa lalu dan juga sesuatu yang dianggap tidak mungkin membantu. Namun, itu adalah inti dari apa yang dibutuhkan perngusaha untuk berhasil, terutama dalam konteks COVID-19.

Pengusaha akan membutuhkan empati tidak hanya untuk berkomunikasi dalam tim sendiri, tetapi mereka juga membutuhkannya untuk terlibat dan belajar dari pelanggan pertama mereka.

Dengan semakin bertambahnnya produk dan layanan yang tersedia buat konsumen, pengusaha diharuskan memahami proses berpikir di balik keputusan pelanggan mereka untuk mendorong loyalitas merek dan peningkatan dalam apa yang mereka bawa ke pasar.

8. Mencari kenyamanan dalam pemecahan masalah

Untuk memulai dalam berbisnis, pengusaha tentu merasa tidak nyaman dengan masalah biasanya dihadapi, tetapi dituntut untuk merasa nyaman dalam proses pemecahan masalah. Ada berbagai masalah yang harus diselesaikan, tetapi mengidentifikasi masalah tersebut dan mencari solusi yang tepat harus menjadi salah satu kekuatan pendorong setiap pengusaha.

Hal ini mencakup fase ideasi memulai bisnis, hingga penyelesaian masalah sehari-hari saat mengelola alat yang tidak diketahui dalam menghadapi tantangan baru.

9. Pengambilan ‘kunci’

Meskipun pendidikan akademis sangat berharga, namun hal itu jauh dari pemecah kesepakatan dalam mempersiapkan pengusaha masa depan. Yang terpenting adalah mengasah perkembangan kecerdasan emosional dan kemauan untuk terus bergerak maju meskipun ada kemunduran atau hambatan.

Nah itulah yang seharusnya dibutuhkan 9 Hal Yang Diperlukan Dalam Memulai Bisnis.

The post 9 Hal Yang Diperlukan Dalam Memulai Bisnis appeared first on Dunia Teknologi.